COVID-19

Malaysia must stop setting new records in the Covid-19 pandemic if we are to gain control of the invisible but lethal war against the coronavirus

By Kit

August 18, 2021

(Tatal ke bawah untuk kenyataan versi BM)

Malaysia set two new records in the Covid-19 pandemic yesterday.

Firstly, we took three days to cross the thousand mark for Covid-19 deaths from 12,000 to 13,000, as the cumulative total of Covid-19 deaths yesterday was 13,077.

We took 13 months on Feb. 17, 2021 to pass the 1,000 Covid-19 deaths when we registered 1,005 deaths; two months to cross the second thousand Covid-19 deaths; half-a-month to pass the third thousand Covid-19 deaths; 12 days to pass the fourth thousand deaths; 13 days to pass the fifth thousand deaths; 12 days to pass the sixth thousand deaths; eight days to pass the seven and eight thousand deaths; five days to pass the ninth, tenth and eleven thousand deaths; and four days to pass the twelve thousand deaths. Now we have taken three days to pass the 13th thousand mark.

Secondly, we have overtaken Bangladesh to be ranked No. 26 among nations in the world with the most cumulative total of 1,444,270 Covid-19 cases.

At the present rate of infection, we will overtake Canada today to be ranked No. 25 among nations in the world with the most cumulative total of Covid-19 cases.

It is a mark of Malaysia catapulting to be one of the worst performing nations in the Covid-19 pandemic that when we marked our 63rd National Day on August 31 last year, we were ranked No. 89 among nations with the most cumulative total of Covid-19 cases, and in the past 12 months, we have so deteriorated as to overtake 64 countries, including China (which had gone from No. 1 to No. 107), Israel, South Korea, Japan, Saudi Arabia, Pakistan and UAE.

At the rate of present infection, Malaysia will deteriorate further and is likely to overtake Chile and Czechia by August 31 to be ranked No. 23rd among countries with the most cumulative total of Covid-19 cases, and the next question is whether Malaysia will overtake Philippines to be ranked No. 22 by the 58th Malaysia Day on Sept. 16, making Malaysia the second worst –performing country in ASEAN in the Covid-19 pandemic.

Meanwhile, we have kept our position among the world’s Top 10 countries with the most daily Covid-19 deaths, and our place among the world’s Top 12 countries with the most daily new Covid-19 cases.

We grieve at the high cost of human toll and suffering which the Covid-19 pandemic has wrought, with the loss of over 13,000 lives and the high rate of suicides. There is also a high incidence of Death on Arrival (DOA), responsible for as many as one-third of daily death rate in the 200-300 region. There are at present a quarter of a million people on treatment.

We are in race against time to complete the national vaccination rollout with the threat of the more transmissible and virulent Delta variant and other variants which may be resistant to existing vaccines.

I have said that Malaysia will be set on the path to return to normality when we stop setting dubious new records in the Covid-19 pandemic, sometimes multiple records a day.

It is tragic that after 20 months, it is still not universally appreciated that we have been fighting a losing war against the Covid-19 pandemic, and unless we gain control of this invisible but lethal war with a “whole-of-society” strategy and approach, no economic and national reconstruction can begin.

(Media Statement by DAP MP for Iskandar Puteri Lim Kit Siang in Kuala Lumpur on Wednesday, August 18, 2021)

 

Malaysia perlu berhenti pecah rekod baharu kes Covid-19 jika kita mahu menguasai peperangan melawan koronavirus yang merupakan musuh yang tidak kelihatan tetapi amat berbahaya

Malaysia mencipta dua rekod baru membabitkan wabak Covid-19 semalam.

Pertama, kita mengambil masa tiga hari untuk melepasi paras seribu kes kematian akibat Covid-19 dari 12,000 kepada 13,000 — jumlah kumulatif kes kematian akibat Covid-19 setakat ini adalah 13,077.

Kita mengambil masa 13 bulan pada 17 Februari 2021 untuk melepasi paras 1,000 kes kematian akibat Covid-19 dengan 1,005 kes kematian dicatatkan ketika itu; dua bulan untuk melepasi paras seribu kematian yang kedua; setengah bulan untuk melepasi paras seribu kematian yang ketiga; 12 hari untuk melepasi paras seribu kematian yang keempat; 13 hari untuk melepasi paras seribu yang kelima; 12 hari untuk melepasi paras seribu kematian yang keenam; lapan hari untuk melepasi paras seribu kematian yang ketujuh dan kelapan; lima hari untuk melepasi paras seribu kematian yang kesembilan, kesepuluh dan ke-11; dan empat hari untuk melepasi jumlah keseluruhan 12,000 kematian. Kini, kita mengambil masa tiga hari untuk melepasi angka 13,000.

Kedua, kita telah mengatasi Bangladesh untuk berada di tangga ke-26 antara negara-negara di dunia dengan jumlah kumulatif kes Covid-19 tertinggi sebanyak 1,444,270.

Pada kadar jangkitan semasa, kita akan mengatasi Kanada hari ini untuk berada di tangga ke-25 antara negara-negara di dunia dengan jumlah kumulatif kes Covid-19 tertinggi.

Ini adalah tanda bahawa Malaysia telah tercampak jauh menjadi salah satu negara dengan prestasi terburuk dalam menangani wabak Covid-19 sedangkan semasa ketika kita menyambut Hari Kebangsaan ke-63 pada 31 Ogos tahun lalu, kita berada di kedudukan ke-89 antara negara-negara dengan jumlah kumulatif kes Covid-19 tertinggi, dan sepanjang 12 bulan lalu, prestasi kita semakin memburuk sehingga mengatasi 64 negara, termasuk China (yang telah beralih dari kedudukan pertama ke kedudukan ke-107), Israel, Korea Selatan, Jepun, Arab Saudi, Pakistan dan UAE.

Pada kadar jangkitan semasa, kedudukan Malaysia akan merosot lebih jauh dan kemungkinan akan mengatasi Chile dan Czechia pada 31 Ogos dan berada di kedudukan ke-23 antara negara-negara dengan jumlah kumulatif kes Covid-19 tertinggi, dan persoalan berikutnya adalah adakah Malaysia akan mengatasi Filipina untuk berada di kedudukan ke-22 menjelang Hari Malaysia ke-58 pada 16 September, menjadikan Malaysia sebagai negara kedua terburuk di ASEAN dalam pengurusan wabak Covid-19.

Sementara itu, kita masih mengekalkan kedudukan kita sebagai antara 10 negara teratas di dunia dengan jumlah kes harian kematian akibat Covid-19 tertinggi, dan antara 12 negara teratas di dunia dengan jumlah kes harian baharu Covid-19 tertinggi.

Kita berduka cita melihat angka korban yang begitu tinggi dan penderitaan yang ditinggalkan Covid-19, dengan lebih 13,000 nyawa telah terkorban selain kadar kes bunuh diri yang melonjak di negara ini. Terdapat juga kejadian kematian sebelum tiba di hospital (BID) yang tinggi, yang mewakili satu pertiga kadar kes kematian harian yang akhir-akhirnya dicatatkan sekitar 200-300. Ketika ini terdapat satu perempat juta pesakit Covid-19 yang sedang dirawat.

Kita sedang mengejar masa untuk melengkapkan program vaksinasi negara di tengah-tengah ancaman varian Delta yang lebih mudah menular dan virus serta varian lain yang mungkin mempunyai kekebalan terhadap vaksin sedia ada.

Saya pernah berkata bahawa Malaysia akan beransur-ansur kembali ke kehidupan normal selepas kita berhenti memecahkan rekod baru membabitkan wabak Covid-19.

Amat menyedihkan, kita masih tewas setelah berhempas pulas selama 20 bulan berperang dengan Covid-19, dan melainkan kita dapat menguasai peperangan melawan koronavirus yang merupakan musuh yang tidak kelihatan tetapi amat berbahaya dengan pendekatan dan strategi “keseluruhan masyarakat”, pembangunan ekonomi dan negara akan terus terbantut.

(Kenyataan Media oleh Ahli Parlimen DAP Iskandar Puteri Lim Kit Siang di Kuala Lumpur pada hari Rabu, 18 Ogos 2021)